Rabu, 13 october 2010, Gedung Sejahtera Pondok Gede, Jakarta Timur
Berangkat dari jalan MH Thamrin sekitar pukul 12:10 menit dengan menumpang mobil operational kantor Fery Nababan, dari parkiran Sarinah Thamrin kami menuju daerah pondok gede tempat acara ulang tahun 13 oktober marga Nababan, setelah sehari sebelumnya janjian untuk datang bersama-sama keacara marga nababan yang menurut kami memiliki moment yang sangat berarti sebagai gomparan ni Nababan
Lumayan juga menumpang mobil CRV warna hitam keluaran tahun 2010, sejujurnya mobil yang baru kali ini aku tumpangi, dan sambil berharap suatu saat dapat memiliki mobil seperti ini, entah sampai kapan, mimpi klai yeee weeek,..xixixi,…!
(lumayanlah daripada lu manyun! xixixi,…
)
Fery Nababan no. 20 dari pomparan Rj. Mangambit Pamona, Op Manat, Hitetano, lahir dan besar di Lubuk pakam, anak pegawai rendahan yang mencari tambahan penghasilan sebagai petani.
Fery yang aku ketahui adalah seorang pekerja keras, ulet, tidak mudah putus asa, ceria, mudah bergaul, berpenampilan metroseksual, maklum seorang Broker Insurance, walaupun sedikit agak sigodang hata, (hehehe peace bro!), ya pendek kata si ganteng dari hitetanolah.
Fery adalah anak hitetano yang berusaha keluar dari kemiskinan, hidup sederhana dan lumayan prihatin di Lubuk pakam membentuk adik ganttengku ini menjadi pekerja keras, salut, sama kau birong galot!
Setelah menyusuri jalanan Thamrin – Sudirman kami naik ke Gatot Subroto, masuk tol dalam kota, terus bablas tol TMII, ahirnya sampai juga di pondok Gede, gedung Sejahtera.
Aku melirik jam di tangan kiri ku, pukul 13.05, dengan sedikit agak bersabar akhirnya kami mendapatkan tempat parkir juga tepat di belakang gedung. Berdua kami bergegas masuk aula
Bussyeet!, banyak juga marga nababan, boru, bere hidup di kota jakarta ya! seluruh gedung penuh sesak, jika dilihat dari sini, ternyata marga nababan juga telah ikut menyumbang sesaknya Jakarta dengan jumlah ratusan KK, jika dikalikan dengan jumlah anggota keluarga 4 orang 1 KK saja, berarti ribuan marga Nababan ikut menyesaki Jakarta
BRAVO NABABAN, mudah-mudahan Nababan membawa damai dikota Jakarta, mudah-mudahan Nababan menjadi IMPOLA (kaum inti berpengaruh positif), menajadi garam, menjadi terang dan mudah-mudahan keluarga Nababan jauh dari penyumbang masalah di kota Jakarta, AMIN
Tuhan dengar doa kami keluarga besar Nababan, kami mau mengandalkan Tuhan, kami Mau hidup untuk Tuhan, Pargogoi ma hami mangulahon na hombar tu lomo ni rohaM-AMEN.
Partangiangan 13 Oktober 2010
Pukul 13.37.00, Leo Nababan, dipanggil oleh protokol sebagai pembina pemuda generasi muda nababan untuk naik keatas panggung untuk memberikan kata sambutan
LEO NABABAN adalah punggawa partai Golkar, yang sekarang duduk sebagai staff ahli mentri, singa panggung yang yang cukup dikenal menjadi tokoh muda nasional.
Di mulai dengan menceritakan sejarah partangiangan marga Nababan yang di tabalkan menjadi ulang tahun marga Nababan, pada 13 Oktober tahun 1955, yang menurut beritanya adapun partangiangan ini adalah karena sepinya keberhasilan di tiap-tiap marga Nababan pada waktu itu.
Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon, sangat sulit singgah sejenak mengunjungi marga Nababan, sehingga para tetua marga nababan pada waktu itu meyakini, bahwa ketidak berpihakan nasib baik pada marga Nababan adalah karena perbuatan kesalahan nenek moyangnya pada jaman dulu.
Sehingga marga Nababan pada waktu itu bertekat untuk meminta maaf pada Tuhan, mengakui dosa dan kesalahan nenek moyangnya dihadapan Tuhan dan meminta pengampunan kepada Tuhan, sehingga menjadi sebuah keharusan setiap tahun pada tanggal 13 oktober marga nababan mengadakan partangiangan
Dengan semangat berapi-api dan sedikit agak membagakan existensinya di panggung perpolitikan nasional, yang merupakan wujud dari di dengarnya doa para marga Nababan oleh Tuhan sehingga saat ini ada 3 orang marga Nababan yang duduk di kursi DPR RI, suatu hal yang menakjubkan dari satu klan sub marga, Nababan menyumbangkan prestasi ini. BRAVO NABABAN
Beliau menekankan agar hendaknya marga Nababan marsada niroha, jangan sampai ada rebutan pimpinan kumpulan di marga nababan, REbutlah pimpinan diluar marga Nababan, Nababan boleh kecil di dalam keluarga Nababan, tetapi harus menjadi sesuatu yang berarti dan mejadi besar di luar Nababan. Sekali lagi Bravo NABABAN
Pukul 14.10.00
Syukur Nababan. The Smart softly Nababan dari PDI P, juga naik keatas altar memberikan kata sambutan. Sama dengan Leo, Syukur Nababan yang di dampingi istri dan anak perempuannya yang masih balita juga menekankan hasadaon dimarga Nababan.
Tapi dasar Nababan memang masih ada agak sedikit TEAL, sumbangan 35jt rupiah plus 15juta rupiah sebagai sumbangan lagu untuk anak naburju dan boru panggoaran, dilantunkan menunjukkan keberhasilan Nababan duduk sebagai anggota DPR RI. Yaah saya pikir cukup manusiawi, bangga menjadi sesuatu, positifnya adalah berbagi kesaksian dari anak singkong menjadi anggota DPR RI, sesuatu kesaksian yang membangun
Pukul 14.45, kami cabut dari acara menuju tempat kerja masing-masing, berharap menjadi sesuatu yang berarti untuk bangsa ini, menjadi Nababan Pemaaf, takut akan Tuhan, Mengalah pada teman sanggup menghadapi tantangan
BRAVO NABABAN
Posted on Oktober 14, 2010
0