<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HITETANO BAH HO DO AHU</title>
	<atom:link href="http://nababanhitetano.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nababanhitetano.wordpress.com</link>
	<description>The green hill in habinsaran</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Aug 2011 03:20:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nababanhitetano.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>HITETANO BAH HO DO AHU</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nababanhitetano.wordpress.com/osd.xml" title="HITETANO BAH HO DO AHU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nababanhitetano.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jon Favreau (Favs) si Pembaca pikiran</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/23/jon-favreau-favs-si-pembaca-pikiran/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/23/jon-favreau-favs-si-pembaca-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 02:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda siapa aktor yang merancang pidato-pidato Obama sang president berkulit hitam pertama USA? Dia adalah Jon Favreau Pada Awal kariernya Jonathan Pavs memang sudah mulai terlihat hebat, pada awalnya dia bergabung dengan John Kerry, Jon berhasil dipromosikan menjadi deputy speechwriter tetapi belum sukses membawa Kerry menjadi president Kemudian Jon bergabung dengan Obama dan kebersamaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=446&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah anda siapa aktor yang merancang pidato-pidato Obama sang president berkulit hitam pertama USA?</p>
<p>Dia adalah Jon Favreau<a href="http://nababanhitetano.files.wordpress.com/2010/11/150px-jonfavreau.jpg"><img src="http://nababanhitetano.files.wordpress.com/2010/11/150px-jonfavreau.jpg?w=130&#038;h=150" alt="" title="150px-JonFavreau" width="130" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-447" /></a></p>
<p>Pada Awal kariernya Jonathan Pavs memang sudah mulai terlihat hebat, pada awalnya dia bergabung dengan John Kerry, Jon berhasil dipromosikan menjadi deputy speechwriter  tetapi belum sukses membawa Kerry menjadi president </p>
<p>Kemudian Jon bergabung dengan Obama dan kebersamaan mereka sanggung melahirkan sukses besar, Obama berhasil jadi presiden dan jon menjadi the man behind the scan</p>
<p>Jonathan Favreau (lahir 2 Juni 1981) adalah Direktur Speechwriting untuk Presiden Barack Obama. Favreau menyelesaikan sekolah di Holy cross Collage, lulus sebagai pembaca pidato perpisahan. </p>
<p>Di perguruan tinggi, ia meraih berbagai penghargaan akademik, dan mengambil jurusan sebagai directed numerous community and civic programs. </p>
<p>Setelah lulus, dia bekerja untuk kampanye John Kerry pada tahun 2004 saat kampanye presiden, dia bekerja untuk mengumpulkan berita-berita tentang acara talk radio kampanye, dan akhirnya dipromosikan menjadi Deputy Speechwriter.</p>
<p>Pada saat bekerja untuk kampanye Kerry, saat itulah ia ia pertama kali bertemu Barack Obama.</p>
<p>Pada tahun 2005, Robert Gibbs merekomendasikan Favreau untuk Obama sebagai penulis pidato yang sangat baik. Favreau dipekerjakan sebagai penulis pidato Obama tak lama setelah pemilihan Obama ke Senat Amerika Serikat. </p>
<p>Obama dan Favreau tumbuh dekat, dan Obama telah menyebutnya sebagai nya &#8220;pembaca pikiran.&#8221; Obama dan Pavs berduet selama kampanye pemilihan Presiden dan sukses. </p>
<p>Pada tahun 2009, ia diangkat sebagai anggota staf Gedung Putih, sebagai Direktur Speechwriting, menjadi orang termuda kedua yang pernah untuk mengambil pos itu.</p>
<p>Dari cerita Pavs saya menyimpulkan bahwa :</p>
<p>1. Setiap manusia memerlukan pasangan yang cocok/serasi</p>
<p>2. Setiap pasangan harus menghargai pasangannya, jon telah disebut obama sebagai &#8220;mind reader&#8221; obama mengagumi pavs sebagia orang yang sanggup membaca pikirannya</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=446&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/23/jon-favreau-favs-si-pembaca-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nababanhitetano.files.wordpress.com/2010/11/150px-jonfavreau.jpg?w=130" medium="image">
			<media:title type="html">150px-JonFavreau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda Theresia</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/bunda-theresia/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/bunda-theresia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 10:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Di copy dari tetangga sebelah : “By blood, I am Albanian. By citizenship, an Indian. By faith, I am a Catholic nun. As to my calling, I belong to the world. As to my heart, I belong entirely to the Heart of Jesus. ” Yg artinya: “Menurut darah, saya seorang Albania. Menurut kewarganegaraan, saya seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=441&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Di copy dari tetangga sebelah :</em></p>
<p>“By blood, I am Albanian. By citizenship, an<br />
Indian. By faith, I am a Catholic nun. As to<br />
my calling, I belong to the world. As to my<br />
heart, I belong entirely to the Heart of<br />
Jesus. ”</p>
<p>Yg artinya:<br />
“Menurut darah, saya seorang Albania.<br />
Menurut kewarganegaraan, saya seorang<br />
India. Menurut iman, saya seorang biarawati<br />
Katolik. Menurut panggilan, saya milik dunia.<br />
Sementara hati saya, sepenuhnya saya milik<br />
Hati Yesus ”</p>
<p>Itulah yang dikatakan oleh salah seorang<br />
tokoh kemanusiaan yang dipenuhi oleh cinta<br />
kasih.<br />
Bunda Teresa, seorang yang memberi<br />
hatinya untuk melayani di tengah-tengah<br />
masyarakat miskin di India.</p>
<p>Teresa dilahirkan sebagai Agnes Gonxha<br />
Bojaxhiu pada tanggal 26 Agustus 1910, di<br />
Uskub sebuah kota di Kerajaan Ottoman<br />
provinsi Kosovo sekarang Skopje di Republik<br />
Makedonia.<br />
Ayahnya adalah seorang pedagang sukses.<br />
Orang tuanya memiliki tiga anak, dan Agnes<br />
merupakan yang termuda. Ia memiliki dua<br />
saudara perempuan dan seorang saudara<br />
lelaki.<br />
Orang tuanya Nikollë (Kolë) and Dranafile<br />
Bojaxhiu, berasal dari kota Prizen di selatan<br />
Kosovo.<br />
Mereka menganut Katolik, meskipun<br />
kebanyakan orang Albania adalah Muslim<br />
dan mayoritas populasi di Makedonia adalah<br />
Ortodoks Makedonia.</p>
<p>Ia menerima pelayanan sakramen<br />
pertamanya ketika berusia lima setengah<br />
tahun dan diteguhkan pada bulan November<br />
1916.<br />
Ketika berusia delapan tahun, ayahnya<br />
meninggal dunia, dan meninggalkan<br />
keluarganya dengan kesulitan finansial.<br />
Meski demikian, ibunya memelihara Gonxha<br />
dan ketiga saudaranya dengan penuh kasih<br />
sayang.</p>
<p>Drane Bojaxhiu, ibunya, sangat<br />
memengaruhi karakter dan panggilan<br />
pelayanan Gonxha.<br />
Ketika memasuki usia remaja, Gonxha<br />
bergabung dalam kelompok pemuda jemaat<br />
lokalnya yang bernama Sodality.<br />
Melalui keikutsertaannya dalam berbagai<br />
kegiatan yang dipandu oleh seorang pastor<br />
Jesuit, Gonxha menjadi tertarik dalam hal<br />
misionari.<br />
Tampaknya hal inilah yang kemudian<br />
berperan dalam dirinya sehingga pada usia<br />
tujuh belas, ia merespons panggilan Tuhan<br />
untuk menjadi biarawati misionaris Katolik.</p>
<p>Pada tanggal 28 November 1928, ia<br />
bergabung dengan Institute of the Blessed<br />
Virgin Mary, yang dikenal juga dengan nama<br />
Sisters of Loretto, sebuah komunitas yang<br />
dikenal dengan pelayanannya di India.</p>
<p>Ketika mengikrarkan komitmennya bagi<br />
Tuhan dalam Sisters of Loretto, ia memilih<br />
nama Teresa dari Santa Theresa Lisieux.<br />
Suster Teresa pun dikirim ke India untuk<br />
menjalani pendidikan sebagai seorang<br />
biarawati.<br />
Setelah mengikrarkan komitmennya kepada<br />
Tuhan, ia pun mulai mengajar pada St.<br />
Mary ’s High School di Kalkuta.<br />
Di sana ia mengajarkan geografi dan<br />
katekisasi.</p>
<p>Dan pada tahun 1944, ia menjadi kepala<br />
sekolah St. Mary.<br />
Akan tetapi, kesehatannya memburuk.<br />
Ia menderita TBC sehingga tidak bisa lagi<br />
mengajar.<br />
Untuk memulihkan kesehatannya, ia pun<br />
dikirim ke Darjeeling.<br />
Dalam kereta api yang tengah melaju<br />
menuju Darjeeling, Suster Teresa mendapat<br />
panggilan yang berikut dari Tuhan; sebuah<br />
panggilan di antara banyak panggilan lain.<br />
Kala itu, ia merasakan belas kasih bagi<br />
banyak jiwa, sebagaimana dirasakan oleh<br />
Kristus sendiri, merasuk dalam hatinya.<br />
Hal ini kemudian menjadi kekuatan yang<br />
mendorong segenap hidupnya.</p>
<p>Saat itu, 10 September 1946, disebut<br />
sebagai “Hari Penuh Inspirasi” oleh Bunda<br />
Teresa.<br />
Berkat baktinya bagi mereka yang tertindas,<br />
Bunda Teresa pun mendapatkan berbagai<br />
penghargaan kemanusiaan.<br />
Pada tahun 1979, ia menerima John XXIII<br />
International Prize for Peace.<br />
Penghargaan ini diberikan langsung oleh<br />
Paus Paulus VI..</p>
<p>Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh<br />
penghargaan Good Samaritan di Boston.<br />
Setelah mengabdikan dirinya selama<br />
bertahun-tahun di India, tentu saja<br />
pemerintah India tidak menutup mata akan<br />
pelayanannya.</p>
<p>Maka pada tahun 1972, Bunda Teresa<br />
menerima Pandit Nehru Prize.<br />
2008-10-mother_theresa_with_armless_baby<br />
Setahun kemudian, ia menerima Templeton<br />
Prize dari Pangeran Edinburgh. Ia terpilih<br />
untuk menerima penghargaan tersebut dari<br />
dua ribu kandidat dari berbagai negara dan<br />
agama oleh juri dari sepuluh kelompok<br />
agama di dunia.</p>
<p>Puncaknya ialah pada tahun 1979 tatkala ia<br />
memperoleh hadiah Nobel Perdamaian.<br />
Hadiah uang sebesar $6.000 yang<br />
diperolehnya disumbangkan kepada<br />
masyarakat miskin di Kalkuta.<br />
Hadiah tersebut memungkinkannya untuk<br />
memberi makan ratusan orang selama<br />
setahun penuh.<br />
Ia berkata bahwa penghargaan duniawi<br />
menjadi penting hanya ketika penghargaan<br />
tersebut dapat membantunya menolong<br />
dunia yang membutuhkan.</p>
<p>*Pada tahun 1985, Bunda Teresa mendirikan<br />
pusat rehabilitasi pertama agi korban AIDS di<br />
New York.<br />
Menyusul kemudian sejumlah rumah<br />
penampungan yang didirikan di San<br />
Fransisco dan Atlanta.<br />
Berkat upayanya ini, ia mendapatkan Medal<br />
of Freedom.<br />
Pelayanan Bunda Teresa sama sekali tidak<br />
mengenal batas.<br />
Dipupuk di kampung halamannya, ia<br />
mengawali pelayanan di India.<br />
Dari India, pelayanannya meluas hingga ke<br />
seluruh penjuru dunia.<br />
Ia, di antaranya, berkunjung ke Etiopia untuk<br />
menolong korban kelaparan, korban radiasi<br />
di Chernobyl, dan korban gempa bumi di<br />
Armenia.</p>
<p>Memasuki tahun 1990-an, kondisi tubuh<br />
Bunda Teresa tidak mengizinkannya<br />
melakukan aktivitas yang berlebihan,<br />
khususnya setelah serangan jantung pada<br />
1989.<br />
Kesehatannya merosot, sebagian karena<br />
usianya, sebagian karena kondisi tempat<br />
tinggalnya, sebagian lain dikarenakan<br />
perjalanannya ke berbagai penjuru dunia.<br />
Menyadari kondisi kesehatannya yang<br />
demikian, Bunda Teresa meminta Missionary<br />
of Charity untuk memilih penggantinya.<br />
Maka, pada 13 Maret 1997, Suster Nirmalanf<br />
terpilih untuk meneruskan pelayanan Bunda<br />
Teresa.<br />
Sepanjang tahun-tahun terakhir hidupnya,<br />
meskipun mengalami gangguan penyakit<br />
yang cukup parah, Ibu Teresa tetap<br />
mengendalikan kongregasinya serta<br />
menanggapi kebutuhan orang-orang miskin<br />
dan Gereja.</p>
<p>Pada tahun 1997, para biarawatinya telah<br />
hampir mencapai 4000 orang, tergabung<br />
dalam 610 cabang dan tersebar di 123<br />
negara dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Pada bulan Maret 1997, Ibu Teresa<br />
memberikan restu kepada Sr. Nirmala MC,<br />
penerusnya sebagai Superior Jenderal<br />
Misionaris Cinta Kasih.<br />
Setelah bertemu dengan Paus Yohanes<br />
Paulus II untuk terakhir kalinya, ia kembali<br />
ke Calcutta dan melewatkan minggu-minggu<br />
terakhir hidupnya dengan menerima<br />
kunjungan para tamu dan memberikan<br />
nasehat-nasehat terakhir kepada para<br />
biarawatinya.</p>
<p>Pada tanggal 5 September 1997 jam 9:30<br />
malam, Bunda Teresa akhirnya meninggal<br />
dunia dalam usia 87 tahun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Upacara pemakaman diadakan pada 13<br />
September 1997, di Stadion Netaji, India,<br />
yang berkapasitas 15.000 orang.<br />
Atas kebijakan Missionary of Charity,<br />
Berbagai petinggi dari 23 negara menghadiri<br />
pemakamannya, sebagian besar yang<br />
menghadiri upacara tersebut adalah orang-<br />
orang yang selama ini dilayani oleh Bunda<br />
Teresa.<br />
Jenazahnya dipindahkan dari Rumah Induk<br />
ke Gereja St. Thomas, gereja dekat Biara<br />
Loreto di mana ia menjejakkan kaki pertama<br />
kalinya di India hampir 69 tahun yang lalu.<br />
Ratusan ribu pelayat dari berbagai kalangan<br />
dan agama, dari India maupun luar negeri,<br />
berdatangan untuk menyampaikan<br />
penghormatan terakhir mereka.</p>
<p>bunda Teresa mendapat kehormatan<br />
dimakamkan secara kenegaraan oleh<br />
Pemerintah India pada tanggal 13<br />
September<br />
Jenazahnya diarak dalam kereta yang sama<br />
yang dulu digunakan mengusung jenazah<br />
Mohandas K. Gandhi and Jawaharlal Nehru,<br />
melewati jalan-jalan di Calcutta sebelum<br />
akhirnya dimakamkan di Rumah Induk<br />
Misionaris Cinta kasih.<br />
Segera saja makamnya menjadi tempat<br />
ziarah dan tempat doa bagi banyak orang<br />
dari berbagai kalangan agama, kaya maupun<br />
miskin.</p>
<p>Bunda Teresa mewariskan teladan iman yang<br />
kokoh, harapan yang tak kunjung padam,<br />
dan cinta kasih yang luar biasa.<br />
Jawaban atas panggilan Yesus, “Mari,<br />
jadilah cahaya bagi-Ku,” menjadikannya<br />
seorang Misionaris Cinta Kasih, seorang<br />
“ ibu bagi kaum miskin”, sebagai simbol<br />
belas kasih terhadap dunia, dan sebagai<br />
saksi hidup bagi Tuhan yang dahaga.</p>
<p>26 April 2002, kurang dari dua tahun sejak<br />
kematiannya, mengingat reputasi Ibu Teresa<br />
yang tersebar luas karena kekudusan dan<br />
karya-karyanya, Paus Yohanes Paulus II<br />
memberikan persetujuan untuk dimulainya<br />
proses kanonisasi bunda Teresa.</p>
<p>Pada tanggal 20 Desember 2002 Bapa Suci<br />
menyetujui dekrit keutamaan-<br />
keutamaannya yang gagah berani dan<br />
mukjizat yang terjadi atas bantuan doanya.</p>
<p>19 Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II<br />
memaklumkan Ibu Teresa sebagai “Beata<br />
Teresa dari Calcutta “.<br />
Inilah perkataan yang diucapkan ibu Theresa<br />
sebelum kematiannya :<br />
“ Kalau saya memungut seseorang yang<br />
lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi,<br />
sepotong roti.<br />
Tetapi seseorang yang hatinya tertutup,<br />
yang merasa tidak dibutuh kan, tidak<br />
dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang<br />
telah dibuang dari masyarakat kemiskinan<br />
spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk<br />
diatasi. ”</p>
<p>Mereka yang miskin secara materi bisa<br />
menjadi orang yang indah.<br />
Pada suatu petang kami pergi keluar, dan<br />
memungut empat orang dari jalan.<br />
Dan salah satu dari mereka ada dalam<br />
kondisi yang sangat buruk.<br />
Saya memberitahu para suster : “Kalian<br />
merawat yang tiga; saya akan merawat<br />
orang itu yang kelihatan paling buruk. ”<br />
Maka saya melakukan untuk dia segala<br />
sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih<br />
tentunya.<br />
Saya taruh dia di tempat tidur dan ia<br />
memegang tangan saya sementara ia hanya<br />
mengatakan satu kata : ” Terima kasih”<br />
lalu ia meninggal.</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=441&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/bunda-theresia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabib dan Sinshe</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/tabib-dan-sinshe/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/tabib-dan-sinshe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 10:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[TURI-TURIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: TURI-TURIAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=439&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Filed under: TURI-TURIAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=439&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/11/05/tabib-dan-sinshe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat ni Ompung Edison Nababan</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/26/surat-ni-ompung-edison-nababan/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/26/surat-ni-ompung-edison-nababan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 07:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[hitetano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Selasa, 26 Oktober 2010 saya terima e-mail dari Ompung St Drs. Edison Nababan, B.Sc.M.Sc, setelah saya kirim email 6 (enam) hari sebelumnya 20/10/2010 dan positive sambutan beliau cukup hangat, bahasanya santun, terkesan mengayomi dan dengan gaya bahasa yang mencerahkan. Sebenarnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, tetapi saya percaya beliau adalah orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=429&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini Selasa, 26 Oktober 2010 saya terima e-mail dari Ompung <em>St Drs. Edison Nababan, B.Sc.M.Sc</em></strong>, setelah saya kirim email 6 (enam) hari sebelumnya 20/10/2010 dan positive sambutan beliau cukup hangat, bahasanya santun, terkesan mengayomi dan dengan gaya bahasa yang mencerahkan. </p>
<p>Sebenarnya saya belum pernah bertemu dengan beliau, tetapi saya percaya beliau adalah orang yang baik.</p>
<p>St. Drs. Edison Nababan, B.Sc.M.Sc, tersirat dari gelar yang disandangnya beliau adalah seorang penatua, practicy academic dan menurut informasi yang saya dengar beliau adalah rektor di salah satu universitas swasta di daerah Jakarta Timur (untuk kejelasannya mudah-mudahan satu saat bisa ketemu beliau &#8211; <em>molo salah unang pola muruki ahu ompung dah!</em> ) </p>
<p>Surat beliau adalah untuk meluruskan pendapat keliru dari dongan sabutuha gomparan (keturunan) dari PAMONA MANGAMBITTUA, supaya jangan sampai salah, terikut atau hilang.  </p>
<p>Pamona Magambittua adalah Borsak Mangatasi sesuai dengan tona ni ompung marsundut-sundut</p>
<p>Berikut adalah surat beliau yang saya copy paste tanpa merubah isi suratnya</p>
<blockquote><p><em>Maulaite ma di ho pahompu hasian, molo adong dongan na hansit boltokna ndang gabe dohot iba hansitan, molo tung pe songoni pamotoanna ba ibana ma nasari disi. </p>
<p>Alai ianggo hita pomparan ni omputa Mangambittua na sian huta Hitetano, sesuai dohot tona ni ompung ni omputa (marsundut-sundut)  jelas do hita turunan ni Borsak Mangatasi Nababan. </p>
<p>Jala molo sai adong pe marga Silaban mandok <em>Pamona Mangabittua adalah turunan ni Silaban</em>,  mauliate ma dinasida. </p>
<p>Mungkin ra ala naung torop so piga do  pomparan ni Pomona Mangabittua, gabe sai naeng tarihon ni nasida gabe marga Silaban.</p>
<p>Alana puang pomparan ni Omputa Mangambittua  molo di pangarantoan nunga godang ra naung manjalo pasu-pasu.</p>
<p>Jala molo di Jabodetabek nunga dipatujolo pomparan ni Borsak Mangatasi keturunan ni Pamona Mangabiitua i (untuk kepengurusan ni Punguanta Sejabodetabek periode 2008 s/d 2012. </p>
<p>Ketua Umum / Jairus Nababan/br Sibarani (Op.Gebi)  dan Sekretaris Umum/ St Drs. Edison Nababan, B.Sc.M.Sc/Dra.H.br  Doloksaribu/(A.Yohannes)) sian Pomparan ni opputa  Pamona Mangambitua.</p>
<p>Jadi ndang pola patorangon i tu ibana, alai ingkon tonahononta do tu pomparanta bahwa <em><strong>POMPARAN NI PAMONA MANGAMBITTUA NA SIAN HUTA HITETANO ADALAH POMPARAN NI BORSAK MANGATASI NABABAN</em><strong></strong>.</p>
<p>JALA ADONG DO PIGA-PIGA HALAK NA MAMBAHEN MARGA SILABAN. NDANG SIIHUTHON I.</p>
<p>Horas Mardongan mauliate</p>
<p>St.Drs.Edison Nababan, M.Sc/A.Yohannes Nababan.</em><strong></strong></p></blockquote>
<p>Bravo Hitetano!,</p>
<p>Mudah-mudahan dongan sabutuha nahurang jelas dope boi dapotan pencerahan dan tidak perlu mendebatkan hal ini, ingotma tona ni ompung marsundut-sundut</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/hitetano/'>hitetano</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=429&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/26/surat-ni-ompung-edison-nababan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>13 Oktober 2010</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/14/13-oktober-2010/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/14/13-oktober-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 11:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[hitetano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 13 october 2010, Gedung Sejahtera Pondok Gede, Jakarta Timur Berangkat dari jalan MH Thamrin sekitar pukul 12:10 menit dengan menumpang mobil operational kantor Fery Nababan, dari parkiran Sarinah Thamrin kami menuju daerah pondok gede tempat acara ulang tahun 13 oktober marga Nababan, setelah sehari sebelumnya janjian untuk datang bersama-sama keacara marga nababan yang menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=423&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 13 october 2010, Gedung Sejahtera Pondok Gede, Jakarta Timur</p>
<p>Berangkat dari jalan MH Thamrin sekitar pukul 12:10 menit dengan menumpang mobil operational kantor Fery Nababan, dari parkiran Sarinah Thamrin kami menuju daerah pondok gede tempat acara ulang tahun 13 oktober marga Nababan, setelah sehari sebelumnya janjian untuk datang bersama-sama keacara marga nababan yang menurut kami memiliki moment yang sangat berarti sebagai gomparan ni Nababan</p>
<p>Lumayan juga menumpang mobil CRV warna hitam keluaran tahun 2010, sejujurnya mobil yang baru kali ini aku tumpangi, dan sambil berharap suatu saat dapat memiliki mobil seperti ini, entah sampai kapan, mimpi klai yeee weeek,..xixixi,&#8230;! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <em>(lumayanlah daripada lu manyun! xixixi,&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) </em></p>
<p>Fery Nababan no. 20 dari pomparan Rj. Mangambit Pamona, Op Manat, Hitetano, lahir dan besar di Lubuk pakam, anak pegawai rendahan yang mencari tambahan penghasilan sebagai petani.</p>
<p>Fery yang aku ketahui adalah seorang pekerja keras, ulet, tidak mudah putus asa, ceria, mudah bergaul, berpenampilan metroseksual, maklum seorang Broker Insurance, walaupun sedikit agak sigodang hata, <em>(hehehe peace bro!)</em>, ya pendek kata si ganteng dari hitetanolah.</p>
<p>Fery adalah anak hitetano yang berusaha keluar dari kemiskinan, hidup sederhana dan lumayan prihatin di Lubuk pakam membentuk adik ganttengku ini menjadi pekerja keras, <em>salut, sama kau birong galot!</em></p>
<p>Setelah menyusuri jalanan Thamrin &#8211; Sudirman kami naik ke Gatot Subroto, masuk tol dalam kota, terus bablas tol TMII, ahirnya sampai juga di pondok Gede, gedung Sejahtera.</p>
<p>Aku melirik jam di tangan kiri ku, pukul 13.05, dengan sedikit agak bersabar akhirnya kami mendapatkan tempat parkir juga tepat di belakang gedung. Berdua kami bergegas masuk aula </p>
<p>Bussyeet!, banyak juga marga nababan, boru, bere hidup di kota jakarta ya! seluruh gedung penuh sesak, jika dilihat dari sini, ternyata marga nababan juga telah ikut menyumbang sesaknya Jakarta dengan jumlah ratusan KK, jika dikalikan dengan jumlah anggota keluarga 4 orang 1 KK saja, berarti ribuan marga Nababan ikut menyesaki Jakarta</p>
<p>BRAVO NABABAN, mudah-mudahan Nababan membawa damai dikota Jakarta, mudah-mudahan Nababan menjadi IMPOLA (kaum inti berpengaruh positif), menajadi garam, menjadi terang dan mudah-mudahan keluarga Nababan jauh dari penyumbang masalah di kota Jakarta, AMIN</p>
<p>Tuhan dengar doa kami keluarga besar Nababan, kami mau mengandalkan Tuhan, kami Mau hidup untuk Tuhan, Pargogoi ma hami mangulahon na hombar tu lomo ni rohaM-AMEN.</p>
<p><em>Partangiangan 13 Oktober 2010</em></p>
<p>Pukul 13.37.00, Leo Nababan, dipanggil oleh protokol sebagai pembina pemuda generasi muda nababan untuk naik keatas panggung untuk memberikan kata sambutan</p>
<p>LEO NABABAN adalah punggawa partai Golkar, yang sekarang duduk sebagai staff ahli mentri, singa panggung yang yang cukup dikenal menjadi tokoh muda nasional.</p>
<p>Di mulai dengan menceritakan sejarah partangiangan marga Nababan yang di tabalkan menjadi ulang tahun marga Nababan, pada 13 Oktober tahun 1955, yang menurut beritanya adapun partangiangan ini adalah karena sepinya keberhasilan di tiap-tiap marga Nababan pada waktu itu.</p>
<p>Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon, sangat sulit singgah sejenak mengunjungi marga Nababan, sehingga para tetua marga nababan pada waktu itu meyakini, bahwa ketidak berpihakan nasib baik pada marga Nababan adalah karena perbuatan kesalahan nenek moyangnya pada jaman dulu.</p>
<p>Sehingga marga Nababan pada waktu itu bertekat untuk meminta maaf pada Tuhan, mengakui dosa dan kesalahan nenek moyangnya dihadapan Tuhan dan meminta pengampunan kepada Tuhan, sehingga menjadi sebuah keharusan setiap tahun pada tanggal 13 oktober marga nababan mengadakan partangiangan</p>
<p>Dengan semangat berapi-api dan sedikit agak membagakan existensinya di panggung perpolitikan nasional, yang merupakan wujud dari di dengarnya doa para marga Nababan oleh Tuhan sehingga saat ini ada 3 orang marga Nababan yang duduk di kursi DPR RI, suatu hal yang menakjubkan dari satu klan sub marga, Nababan menyumbangkan prestasi ini. BRAVO NABABAN</p>
<p>Beliau menekankan agar hendaknya marga Nababan marsada niroha, jangan sampai ada rebutan pimpinan kumpulan di marga nababan, REbutlah pimpinan diluar marga Nababan, Nababan boleh kecil di dalam keluarga Nababan, tetapi harus menjadi sesuatu yang berarti dan mejadi besar di luar Nababan. Sekali lagi Bravo NABABAN</p>
<p>Pukul 14.10.00</p>
<p>Syukur Nababan. The Smart softly Nababan dari PDI P, juga naik keatas altar memberikan kata sambutan. Sama dengan Leo, Syukur Nababan yang di dampingi istri dan anak perempuannya yang masih balita juga menekankan hasadaon dimarga Nababan.</p>
<p>Tapi dasar Nababan memang masih ada agak sedikit TEAL, sumbangan 35jt rupiah plus 15juta rupiah sebagai sumbangan lagu untuk anak naburju dan boru panggoaran, dilantunkan menunjukkan keberhasilan Nababan duduk sebagai anggota DPR RI. Yaah saya pikir cukup manusiawi, bangga menjadi sesuatu, positifnya adalah berbagi kesaksian dari anak singkong menjadi anggota DPR RI, sesuatu kesaksian yang membangun</p>
<p>Pukul 14.45, kami cabut dari acara menuju tempat kerja masing-masing, berharap menjadi sesuatu yang berarti untuk bangsa ini, menjadi Nababan Pemaaf, takut akan Tuhan, Mengalah pada teman sanggup menghadapi tantangan</p>
<p>BRAVO NABABAN</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/hitetano/'>hitetano</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=423&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/10/14/13-oktober-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ba Ho Do Ahu &#8211; Nababan Hitetano</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/09/08/ba-ho-do-ahu-nababan-hitetano/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/09/08/ba-ho-do-ahu-nababan-hitetano/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 09:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[hitetano]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Spirit menjadi yang terdepan BA HO DO AHU &#8211; NABABAN HITETANO Back ground : Keluarga Nababan yang berasal dari Hitetano belum banyak dikenal di level national bahkan sepengetahuan kami belum ada tokoh dari  marga Nababan yang berasal dari keluarga Raja Mangambit atau par- Hitetano yang cukup cakap berbicara  ditingkat national baik di Pemerintahan, Swasta nasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=419&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Spirit menjadi yang terdepan BA HO DO AHU &#8211; NABABAN HITETANO</p>
<p>Back ground :</p>
<ol>
<li>Keluarga Nababan yang berasal dari Hitetano belum banyak dikenal di level national bahkan sepengetahuan kami belum ada tokoh dari  marga Nababan yang berasal dari keluarga Raja Mangambit atau par- Hitetano yang cukup cakap berbicara  ditingkat national baik di Pemerintahan, Swasta nasional atau Professional expert semisal : pejabat pemerintahan, militer setingkat perwira tinggi, pengusaha swasta national atau professional muda</li>
</ol>
<ol>
<li>Generasi muda Keluarga Raja Mangambit masih minim perduli dengan ungkapan philosopi “ ARGA DO BONA NI PINASA” yang kami anggap baik dan masih kami anggap layak menjadi kiblat membangun kecintaan terhadap budaya bangsa sendiri</li>
</ol>
<ol>
<li>Generasi Muda keluarga Raja Mangambit secara positif menyatakan kami optimis bukan hanya sebagai follower tetapi yakin terlahir untuk mampu sebagai leader dengan ber- competition secara positive</li>
</ol>
<p>Action and Planning :</p>
<ol>
<li>Mengawali karya dari diri sendiri, mengolah talent masing-masing menjadi berarti paling tidak harus tidak menjadi beban atau merugikan orang lain</li>
</ol>
<ol>
<li>Sebagai Engine membakar semangat generasi muda Hitetano berkarya untuk bangsa dengan menjadi the first actor in positive action</li>
</ol>
<ol>
<li>Menulis, mengcompile, setiap hal yang bisa menjadi motivasi bagi keluarga Mangambit-Hitetano untuk maju menjadi yang terbaik</li>
</ol>
<ol>
<li>Membuka ruang diskusi seluas-luasnya tentang segala hal yang bisa menjadi sumber inpirasi memajukan keluarga Mangambit-Nababan Hitetano</li>
</ol>
<p>regards,</p>
<p>http://nababanhitetano.wordpress.com/wp-admin</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/hitetano/'>hitetano</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=419&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/09/08/ba-ho-do-ahu-nababan-hitetano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/07/02/410/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/07/02/410/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 08:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[horas&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=410&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>horas&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=410&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/07/02/410/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak ada yang tak pernah menderita</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tidak-ada-yang-tak-pernah-menderita/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tidak-ada-yang-tak-pernah-menderita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 14:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya. Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=407&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.<br />
Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:</p>
<p>“Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.”<br />
“Itu saja syaratnya?” tanya wanita itu dengan keheranan.<br />
“Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati.”<br />
Dengan “semangat 45″, wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, “Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!”</p>
<p>Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: “Tolonglah saya. Saya sangat membutuh kan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?” “Oh, boleh saja,” jawab tuan rumah. “Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?” “Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu.” Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.</p>
<p>Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. “Ayah kami barusan wafat…,” “Kakek kami sudah meninggal…,” “Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu…,” dan sebagainya.</p>
<p>Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.</p>
<p>Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, “Guru, saya akan menguburkan anak saya.” Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut. Mungkin saja Sang Guru bisa mengerahkan kesaktian dan menghidupkan kembali anak yang telah mati itu, tetapi kalau pun bisa demikian, apa hikmahnya?</p>
<p>Bukankah anak tersebut suatu hari akan mati lagi juga? Alih-alih berbuat demikian Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?<br />
Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa dukacita mendalam seperti dalam cerita di atas.</p>
<p>Penderitaan hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal:<br />
(1) kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan<br />
(2) bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang bersumber dari dalam diri kita sendiri.</p>
<p>Sumber:  dari Milis Tetangga</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/renungan/'>Renungan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=407&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tidak-ada-yang-tak-pernah-menderita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tukang Kapak</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tukang-kapak/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tukang-kapak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 14:41:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITAKU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[TUKANG KAPAK Suatu hari tukang kapak pergi menebang kayu di hutan. Tiba-tiba kapaknya jatuh ke jurang, dan tukang kapak itu sedih sekali karena ia kehilangan satu-satunya kapak yang ia punya. Tiba-tiba malaikat muncul di depannya, tukang kapak itu kaget dan ketakutan. Malaikat : &#8221; Jangan takut , saya datang untuk menolong Bapak&#8221; Tukang kapak : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=405&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TUKANG KAPAK</p>
<p>Suatu hari tukang kapak pergi menebang kayu di hutan. Tiba-tiba kapaknya jatuh ke jurang, dan tukang kapak itu sedih sekali karena ia kehilangan satu-satunya kapak yang ia punya. Tiba-tiba malaikat muncul di depannya, tukang kapak itu kaget dan ketakutan.</p>
<p>Malaikat : &#8221; Jangan takut , saya datang untuk menolong Bapak&#8221;</p>
<p>Tukang kapak : &#8221; Siapa Anda&#8221;</p>
<p>Malaikat : &#8221; Saya adalah malaikat yang diutus untuk menolong Bapak, mengapa Bapak menangis?&#8221;</p>
<p>Tukang kapak : &#8221; Bagaimana tidak, kapakku satu-satunya jatuh kejurang, padahal kapak itu aku butuhkan untuk mencari uang&#8221;</p>
<p>Malaikat : &#8221; Baiklah, saya akan turun mengambilnya&#8221;</p>
<p>Terus malaikat segera terbang dan pergi ke bawah jurang untuk mengambil kapak, tapi malaikat itu mau menguji kejujuran si tukang kapak, diberikannyalah kapak yang terbuat dari emas.</p>
<p>Malaikat : &#8221; Ini kapak Bapak?&#8221;</p>
<p>Tukang kapak : &#8221; Bukan, bukan milik saya&#8221;</p>
<p>Kemudian malaikat kembali menguji tukang kapak dengan memberikan kapak yang terbuat dari perak.</p>
<p>Malaikat : &#8221; Berarti yang ini ya Pak?&#8221;</p>
<p>Tukang kapak : &#8221; Bukan juga, kapakku sudah tua dan jelek&#8221;</p>
<p>Malaikat senang sekali karena ternyata tukang kapak tersebut sangat jujur, maka diberikannyalah ketiga kapak tersebut kepada si tukang kapak. Tukang kapak sangat senang lalu pulang dan segera menceritakan kepada istrinya. Besoknya, ia membawa istrinya untuk melihat dimana ia bertemu dengan malaikat. Tapi, tak di sangka si istri terjatuh ke jurang. Menangislah si tukang kapak meratapi kepergian istrinya.</p>
<p>Tak lama kemudian muncullah malaikat yang kemarin menolongnya.</p>
<p>Malaikat : &#8221; Mengapa hari ini Bapak mengais lagi? Bukankah kapak Bapak sudah kembali?&#8221;</p>
<p>Tukang kapak : &#8221; Istri saya satu-satunya jatuh ke jurang&#8230;&#8221;</p>
<p>Malaikat : &#8221; Baiklah, saya akan membawanya kembali kesini&#8221;</p>
<p>Terbanglah si malaikat ke bawah jurang, tapi kembali ia ingin menguji kejujuran si tukang kapak, maka dibawanyalah seorang wanita cantik yang muda belia dan wajahnya mirip artis beken Sophia Latjuba.</p>
<p>Malaikat : &#8221; Apakah ini istri Bapak?&#8221;</p>
<p>Dengan kebingungan si tukang kapak menjawab, &#8221; Em&#8230;.em&#8230;.iya ini istri saya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kecewalah si malaikat mendengar itu, lalu bertanya, &#8221; Mengapa Bapak berbohong&#8230;?&#8221;</p>
<p>Si tukang kapak menjawab dengan wajah memelas, &#8221; Terus terang kalau saya jujur, saya akan mendapat 3 istri, padahal satu saja sudah membuat saya repot, apalagi 3&#8230;.?&#8221;</p>
<p>Malaikat : &#8221; Haaaahhhh&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>Sumber : dari milis tetangga</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/ceritaku/'>CERITAKU</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=405&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tukang-kapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tersenyum selalu</title>
		<link>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tersenyum-selalu/</link>
		<comments>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tersenyum-selalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 14:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nababanhitetano</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nababanhitetano.wordpress.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama &#8220;Tersenyum&#8221;. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=402&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama &#8220;Tersenyum&#8221;. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan &#8220;hello&#8221;, jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.</p>
<p>Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya,anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald&#8217;s pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali&#8230;suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.</p>
<p>Ketika berbalik itulah saya membaui suatu &#8220;bau badan kotor&#8221; yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang &#8220;tersenyum&#8221;. Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata &#8220;Good day&#8221; sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.<br />
Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.</p>
<p>Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, &#8220;Kopi saja, Nona&#8221; karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli esuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar merasakannya &#8211; desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.</p>
<p>Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu. Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata &#8220;Terima kasih.&#8221; Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, &#8220;Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan.&#8221;</p>
<p>Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, &#8220;Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan.&#8221; Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.</p>
<p>Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan &#8220;proyek&#8221; saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, &#8220;Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?&#8221; Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..</p>
<p>Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada diMcDonald&#8217;s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.</p>
<p>Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.</p>
<p>Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh anda dengan cara apapun, tolong kirimkan cerita ini kepada setiap orang yang anda kenal. Disini ada seorang malaikat yang dikirimkan untuk mengawasi anda. Supaya malaikat itu bisa bekerja, anda harus menyampaikan cerita ini pada orang-orang yang ingin anda awasi. Seorang malaikat menulis: Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2 sejati yang akan meninggalkan jejak di dalam hatimu. Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.</p>
<p>Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka. Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak; Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak; tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya. Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya seni. Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.</p>
<p>Sumber : dari Milis tetangga</p>
<br />Filed under: <a href='http://nababanhitetano.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nababanhitetano.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nababanhitetano.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nababanhitetano.wordpress.com&amp;blog=6337009&amp;post=402&amp;subd=nababanhitetano&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nababanhitetano.wordpress.com/2010/06/20/tersenyum-selalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab89002ed48ba5f72804fa3c8028165e?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">nababanhitetano</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
